Sebuah Pilihan

Ada seseorang yang bercerita dengan ku, bahwa hidup selalu ada pilihan. Ia mengajarkan ku untuk benar-benar berpikir dengan baik ketika aku dihadapkan dengan dua pilihan. Dia berkata, "Jika kau dihadapkan dengan pilihan hidup, maka berpikirlah sebaik-baiknya. Renungkanlah. Menurutmu, apa yang terbaik? Saat kau temukan jawabannya, jangan ragu untuk memilih dan juga jangan menyesal memilih, sebab itu adalah pilihan yang kita pilih sendiri. Sekalipun pilihan itu ternyata buruk, tapi yakinlah bahwa setiap pilihan yang kau pilih, pasti ada hikmah dibalik semua itu."

Aku sudah berpikir dan merenung! Tapi jawabannya tak juga aku temukan.
Apa karna aku yang tak mengerti,
Atau karna memang aku tak boleh memilih?
Aku bingung memilih.

Bila kau disuruh memilih antara kasih sayang sahabat dengan cinta, apa yang kau pilih?
Tentu aku memilih sahabat.
Tapi itu akan menyakiti nya.
Ingin ku pilih dia,
Tapi itu melukai sahabat yang sudah sangat lama menjaga dan selalu ada di sampingku.

Tapi akhirnya ku temukan jawabannya.
Dengan yakin aku akan memilih sahabat ku.

Sahabat sangat berarti dalam hidup. Walau kadang usil dan cuek, tapi semua yang dilakukannya sebenarnya adalah hal baik untuk kita.

Jadi... Jika disuruh memilih, pikir lah dan renungkalah yang terbaik menurutmu.

Thankz
for BP RUDI yang memberikan nasehat dan selalu mau mendengarkan ceritaku. You are the best!

For My Best Friends

Saat pertama bertemu,
Aku merasakan hal yang berbeda..
Entah apa itu, sulit untuk menjelaskannya. Apa benar itu yang namanya cinta? Sejak dirinya hadir dalam mimpi-mimpi ku, rasa rindu terus menyelimuti hati. Sudah lama aku tak merasakan hal ini.
Saat ia lewat dihadapanku, hati kecil berkata, "Hey! Ayo tersenyum untuknya!" tapi entah kenapa tiba-tiba aku tak mampu untuk tersenyum saat ia melemparkan senyum untuk ku. Aku berpikir betapa bodohnya aku tak bisa membalas senyumannya.

Mata ku tak bisa lepas dari nya.
Mata ku selalu mencari gerak-geriknya.
Mata ku ingin tahu apa yang dilakukannya.
Mata ku ingin tahu kemana ia akan berjalan.

Aku hampir gila karna konsentrasi ku selalu tertuju padanya.
Saat belajar, makan, les, dan yan lainnya, ia selalu ada dalam hati ku!
Tapi ia juga menjadi inspirasiku untuk lebih giat belajar dan menulis novel.

Saat ia memuji novel karanganku, terdengar begitu lembut ditelinga...
Aku terlena dengan kebaikannya.

Aku suka dengan ungkapan "Usia memang fana, namun...Cinta itu baka..."
Manusia tidak pernah bisa berada di sisi seseorang yang dicintainya selamanya. Tapi cinta bisa. Dihati selalu ada orang tersebut...

I miss you all...
I love you all...

From: Me
For: My Best Friends